BREAKING NEWS

Fadly Syarif Beberkan Potensi Kekayaan Alam Pasilambena Selayar


BISNIS NEWS | SELAYAR — Wilayah kecamatan pulau yang menghubungkan perbatasan Provinsi Sulawesi Selatan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut, saat  ini bertumbuh dan berkembang menjadi lokus serta pusat perhatian publik.

Selain merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kecamatan Pasilambena merupakan satu dari sebelas wilayah kecamatan daratan dan pulau di belahan Kabupaten Selayar, yang terkenal kaya akan potensi sumberdaya alam (SDA) luar biasa melimpah.

Pulau berjarak kurang lebih 193 km dari daratan Ibukota kabupaten itu, disebut wakil bupati, Drs. H. Muchtar, MM, sebagai wilayah penghasil produksi komoditi kopra terbesar dengan mutu dan kualitas terbaik, di Kabupaten Selayar.

Pemerintah Kabupaten Selayar sendiri,  saat ini disebutnya tengah mengfokuskan perhatian pada upaya pengembangan hasil produksi komoditi kopra Kecamatan Pasilambena.

Dalam kaitan itu, wabup berharap dukungan kolaborasi dan sinergitas aparat pemerintah desa, kecamatan, bersama instansi teknis terkait untuk mengidentifikasi dan terus mengupdate data besaran jumlah hasil produksi komoditi kopra Kecamatan Pasilambena sebagai pondasi dasar pengembangan pemasaran dan referensi bagi investor luar daerah.

Wabup berharap investor bisa melirik dan menjadikan Pasilambena sebagai distributor pemasok kopra berkualitas ekspor.

Pernyataan tersebut diutarakan wabup Drs. H. Mukhtar, MM dalam kutipan pernyataannya kepada wartawan, Sabtu, (7/2) pagi.

Terpisah, sosok pemerhati pembangunan daerah Kabupaten Selayar, Fadly Syarif, secara gamblang menguraikan posisi Kecamatan Pasilambena sebagai wilayah penghasil produksi komoditi jambu mente, biji kopi, nangka, pisang, ubi kayu dan sejumlah komoditi tanaman perkebunan lain.

Menurutnya, Pasilambena bukan hanya sekedar penghasil produksi komoditi tanaman perkebunan semata. 

Akan tetapi, pulau yang dianugerahi oleh garis pantai dan lautan tersebut, merupakan sebuah wilayah yang berpotensi untuk digarap menjadi basis pengembangan bibit kepiting bakau dengan memanfaatkan daya dukung tanaman bakau di sepanjang pesisir pantai Dusun Lato'do Timur, Desa Kalao toa.

Selain itu, Pasilambena juga dikategorikannya sebagai basis wilayah pengembangan pengelolaan dan sekaligus pemasok ikan kering, semampar, kima laut, cumi, dan berbagai jenis sumberdaya perikanan laut lainnya yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan bagi warga pesisir Desa Karumpa.

Bahkan seiring berjalannya waktu, Pasilambena dinilai, mulai bertumbuh sebagai kawasan industri pembuatan perahu dan kapal dalam berbagai ukuran serta bentuk, sesuai keinginan pemesan.

Industri pembuatan perahu dan kapal, awalnya dirintis oleh sejumlah pengrajin kapal, asal Tana Ara, dan Tanaberu, Kabupaten Bulukumba yang tinggal menetap di Dusun Garaupa, Barumbung, dan Bonto bonto.

Namun belakangan, industri pembuatan perahu dan kapal, bertumbuh kian pesat setelah kehadiran warga Asal Kecamatan Batu Atas, Kota Buton, Sulawesi Tenggara, yang 'menyulap' pesisir pantai Desa Garaupa sebagai lokasi garapan pembangunan badan kapal dan beragam jenis perahu.

Hal tersebut diuraikan Fadly Syarif, sosok pria yang beberapa tahun lalu, pernah lama, tinggal mendiami wilayah Kecamatan Pasilambena. (red)

Posting Komentar